Proyeksi Daftar Tunggu dan Dana Haji 5 Tahun ke Depan

Oleh: Admin BPKH berita bpkh | Rabu, 25 April 2018 - 19:08:43 WIB | dibaca: 1005 pembaca

Proyeksi Daftar Tunggu dan Dana Haji 5 Tahun ke Depan

IHRAM.CO.ID, SLEMAN -- Besarnya jumlah umat Islam di Indonesia berdampak kepada peminat ibadah haji yang sangat tinggi. Akibatnya, daftar tunggu haji dan biaya haji yang ada turut mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

 

Tahun lalu, Indonesia memiliki jumlah jamaah haji sebanyak 221 ribu orang dengan dana haji yang terkumpul senilai Rp 113 triliun. Pengelolaan itu turut menjadi tugas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

 

Anggota Badan Pelaksana Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemaslahatan BPKH, Rahmat Hidayat menerangkan, biaya haji selama ini sebenarnya hampir mencapai Rp 70 juta. Namun, hasil optimalisasi membuat biaya haji selama ini flat di angka Rp 35 juta.

 

"Itu sesuai perintah UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji, nah BPKH hadir dalam rangka saling mensubsidi itu," kata Rahmat saat mengisi diskusi panel Konferensi Internasional Filantropi Islam Asia Tenggara di Eastparc Hotel Yogyakarta, Selasa (24/4).

 

Pada kesempatan itu, Rahmat mengungkapkan peningkatan daftar tunggu dan dana haji sejak Desember 2010. Ia turut menerangkan proyeksi BPKH terkait daftar tunggu dan dana haji selama lima tahun ke depan.

 

Berikut proyeksi daftar tunggu jamaah haji reguler lima tahun ke belakang dan lima tahun ke depan:

 

Desember 2013 - 2,40 juta orang

Desember 2014 - 2,75 juta orang

Desember 2015 - 3,10 juta orang

Desember 2016 - 3,44 juta orang

Desember 2017 - 3,74 juta orang

 

Desember 2018 - 4,04 juta orang

Desember 2019 - 4,34 juta orang

Desember 2020 - 4,64 juta orang

Desember 2021 - 4,94 juta orang

Desember 2022 - 5,24 juta orang

 

Berikut proyeksi dana haji BPKH lima tahun ke belakang dan lima tahun ke depan:

 

2013 - Rp 64,55 triliun

2014 - Rp 71,79 triliun

2015 - Rp 83,23 triliun

2016 - Rp 92,87 triliun

2017 - Rp 101,60 triliun

 

2018 - Rp 110,49 triliun

2019 - Rp 119,55 triliun

2020 - Rp 128,76 triliun

2021 - Rp 138,12 triliun

2022 - Rp 147,65 triliun

 

Terkait pengelolaan keuangan haji, Rahmat menjelaskan lima asas yang memang harus ditaati BPKH. Mulai dari prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, prinsip manfaat, prinsip nirlaba, prinsip transparansi dan prinsip akuntabilitas.

 

"Dan semua itu memiliki tujuan pertama meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, meningkatkan rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH serta meningkatkan manfaat bagi kemaslahatan umat Islam," ujar Rahmat

Admin BPKH
Penulis: Admin BPKH

Badan Pengelola Keuangan Haji (disingkat BPKH) adalah lembaga yang melakukan pengelolaan Keuangan Haji. BPKH bertugas mengelola Keuangan Haji yang meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban Keuangan Haji.

1 Komentar

  1. Pandu Mulyosusilo
    Pandu Mulyosusilo 25 Juli 2018 - 03:21:33 WIB

    Dengan Pengelolaan Dana yang bear, Semoga BPKH dapat bermanfaat bagi umat. Saya sedang membuat proposal pembelian kapal Haji Indonesia. Di BPKH Dgn bag. Apa Dan Contak person siapa yg bs di hubungi tentang hal investasi tsb Di atas.
    Terima kasih atas bantuan Dan kerjasamanya.

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jadwal Shalat

Polling


Twitter Feed

Tag Berita

Kalender Agenda

FGD Mitra Investasi Tanggal: 09 Maret 2018
Lokasi : Hotel Grand Sahid Jaya

Galeri Foto