Dengan investasi tersebut, dana ibadah haji diklaim akan lebih efisien. Selama ini Kemenag hanya bis

2019, BPKH Investasi Hotel dan Katering di Arab Saudi

Oleh: Admin BPKH berita bpkh | Rabu, 02 Mei 2018 - 13:21:25 WIB | dibaca: 944 pembaca

2019, BPKH Investasi Hotel dan Katering di Arab Saudi

BOGOR — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan akan melakukan investasi hotel di Arab Saudi pada 2019. Hal ini dilakukan agar biaya ibadah haji bisa lebih efisien dengan kontrak pemondokan dilakukan untuk jangka panjang

"Kami menyampaikan juga dan Pak Menteri Agama setuju, 2019 kita akan melakukan investasi agar biaya ibadah haji itu lebih efisien dan jamaah itu lebih nyaman. Seluruh kontrak-kontrak pemondokan dilakukan lebih awal serta tidak lagi satu tahun saja," kata Kepala Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu usai Rapat Terbatas membahas topik pengelolaan dana haji di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/4) seperti dilansir Antara.

Anggito menyatakan, program investasi BPKH memang dilakukan di Arab Saudi dan di dalam negeri. Menurutnya, program investasi di Arab Saudi dilakukan karena dalam penyelenggaraan ibadah haji, ada masalah nilai tukar, di mana penerimaan dalam rupiah dan pengeluaran dalam mata uang asing.

"Maka dalam diskusi menginginkan BPKH menginvestasikan dananya untuk keperluan-keperluan yang memberikan nilai manfaat dalam bentuk mata uang asing," tuturnya.

Anggito melanjutkan, kebijakan yang dilakukan BPKH mendukung kebijakan Kementerian Agama, khususnya menyangkut investasi di Arab Saudi. "Ya kalau di Arab Saudi jelas hotel, katering dan transportasi. Jadi orientasi kami berupaya mendukung penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama," ujarnya.

Ia menuturkan, dengan investasi tersebut, ke depan dana ibadah haji akan lebih efisien. Selama ini Kemenag dikatakannya hanya bisa melakukan kontrak dalam satu tahun, dengan BPKH kontak bisa melakukan jangka panjang sehingga biaya lebih efisien.

Sedangkan untuk investasi di Indonesia, Anggito mengaku sudah melakukan penandatangan untuk Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) yang dipimpin oleh Bappenas. "Jadi menteri bappenas akan menyampaikan kepada kami daftar proyek investasi yang akan disamapaikan, dan itu optimal dan aman. Itu menggunakan prinsip syariah," imbuh Anggito.

Anggito memastikan, investasi dana haji dilakukan atas persetujuan dari calon jamaah yang akan berangkat, yang ditandai dengan penandatanganan akad wakalah. "Ada persetujuan bahwa dana itu diwakilkan kepada pengelola dengan janji ini, janji itu ada di program-program kami," ucap Anggito.

Berdasarkan data BPKH, jumlah dana haji per Desember 2017 sebelum diaudit adalah Rp96,6 triliun. Dana sebesar itu terdiri dari Rp93,5 triliun berupa setoran jamaah dan manfaat, serta Rp3,1 triliun berupa dana abadi umat.

Tahun lalu, fokus penempatan dan investasi dana haji terbilang masih konvensional yakni 65% di bank umum syariah (BUS) atau unit usaha syariah (UUS), serta sisanya atau 35% di surat utang syraiah alias sukuk.

Adapun tahun ini porsi investasi rencananya akan lebih beragam, yakni 50% di BUS/UUS, 20% sukuk, 5% emas, 15% investasi langsung, dan 10% investasi lainnya. Adapun pada 2020 nanti, proporsi investasi direncanakan menjadi BUS/UUS sebesar 30%, sukuk 35%, emas 5%, investasi langsung 20%, serta investasi lainnya 10%.

Prinsip Syariah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan investasi dana pegelolaan dana haji dikembangkan dalam rangka membantu, tidak hanya jamaah haji, tetapi untuk kepentingan umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

"Pak Presiden intinya menginginkan investasi itu dilakukan dengan prinsip syariah, harus dengan penuh kehati-hatian dan memilih paling kecil risikonya dan kemudian mendapatkan manfaat sebesar-besarnya," kata Lukman Hakim.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Pengelolaan Dana Haji, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat menyampaikan, pengelolaan keuangan haji ini diharapkan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Tentu saja kita ingin yang transparan, yang akuntabel dan ini juga sangat penting dalam mengikuti prinsip-prinsip syariah yang ada,” jelas Presiden.

Terpisah, Ketua Tim Penyediaan Layanan Katering Abdullah Yunus mengatakan, kontrak pelayanan katering haji di Makkah, Arab Saudi sudah tuntas "Tim penyedia katering Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah kini sedang memfinalisasi proses negosiasi dan kontrak layanan katering di Madinah, bandara dan Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina)," kata Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan tahun ini jamaah haji Indonesia akan mendapat layanan 40 kali makan saat di Makkah. Layanan itu akan disiapkan 36 perusahaan terpilih. Dari jumlah itu, kata dia, ada 16 perusahaan penyedia katering jamaah Indonesia pada musim haji 2017 yang dinilai berkinerja baik.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lanjut dia, terjadi perubahan kebijakan dengan tahun ini yaitu tim penyedia katering sepakat memilih perusahaan kelas menengah tetapi sehat, daripada perusahaan besar tapi banyak masalah.

"Pilihan ini juga didasarkan pada pertimbangan aspek distribusi. Sebaran kuota penyediaan katering yang merata kepada banyak perusahaan diharapkan akan mengefektifkan distribusi makanan ke jamaah," imbuhnya.

Abdullah mengatakan sewa terbanyak diberikan kepada Al Ahmadi yang akan melayani 13 ribu jamaah Indonesia diikuti Arraghaib dengan sembilan ribu jamaah. "Keduanya sudah bekerja sama selama ini dan dinilai berkinerja baik," tuturnya. (Faisal Rachman)

Admin BPKH
Penulis: Admin BPKH

Badan Pengelola Keuangan Haji (disingkat BPKH) adalah lembaga yang melakukan pengelolaan Keuangan Haji. BPKH bertugas mengelola Keuangan Haji yang meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban Keuangan Haji.

1 Komentar

  1. Wordpress
    Wordpress 13 Mei 2018 - 10:52:08 WIB

    Terima kasih atas tulisannya, semoga BPKH jaya selalu. Bravo Indonesia.

    Kumpulan doa harian - https://www.doaharian.id/
    Atap UPVC - http://www.sdplafon.com/product
    Agen kayu dolken gelam - https://karinov.co.id/kayu-gelam/
    Wordpress Instan - https://wpinstan.com/

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jadwal Shalat

Polling


Twitter Feed

Tag Berita

Kalender Agenda

FGD Mitra Investasi Tanggal: 09 Maret 2018
Lokasi : Hotel Grand Sahid Jaya

Galeri Foto