Mampir di Masjid Terapung Jeddah

| Sumber Foto:republika Online 2019

Redaktur : Agung Sasongko · Reporter :

IHRAM.CO.ID,Oleh: Fariq Gasim Anuz

JAKARTA -- Jeddah berasal dari bahasa Arab jaddah atau juddah yang berarti nenek. Konon, nama ini dihubungkan dengan suatu klaim bahwa nenek moyang manusia, Hawa, dikuburkan di daerah ini.

Kota Jeddah adalah sebuah kota metropolitan di Arab Saudi. Secara geografis, kota ini terletak di sebelah pantai timur Laut Merah pada 309 garis BT dan antara 21-289 garis LU, persisnya di daratan rendah pinggir Laut Merah, ±75 km dari Kota Suci Makkah.

Kota ini memiliki dua iklim cuaca, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas terjadi pada Juni sampai dengan September dengan suhu 35-42 Celsius dan musim dingin terjadi pada November sampai dengan Februari dengan suhu 10-25 Celsius.

Berdasarkan sensus penduduk tahun lalu, ditemukan bahwa penduduk Kota Jeddah telah mencapai 3,4 juta jiwa. Penduduk kota ini cukup heterogen karena di dalamnya terdapat berbagai macam suku bangsa di dunia, seperti Arab, Persia, Indonesia, India, Negro, banga-bangsa Eropa, dan lain-Iain. Kota yang luasnya ± 3.500 kilometer persegi ini tampak padat dan marak dengan kehidupan yang ingar bingar.

Dalam sejarah, daerah Jeddah ini pada awalnya digunakan suku Qudha'ah untuk beristirahat usai berburu ikan. Lambat laun, akhirnya mereka jadikan sebagai perkampungan mereka dan selanjutnya mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Ahmad Al-Santanawy dalam kitab Dairah Al-Ma'arif Al-lslamiyah menyebutkan,  sejak 648 M kota ini menjadi kota pelabuhan bagi Makkah dan sekitarnya, yaitu sejak diresmikan oleh Utsman bin Affan (Khalifah Rasyidah ketiga) pada masa pemerintahannya.

Dan, sejak itu pula kota ini semakin maju dan memberikan kontribusi sangat besar bagi setiap golongan yang menguasainya, terutama bagi perkembangan perekonomian bangsa Arab dan umat Islam. Sekitar abad ke-15, seiring dengan Vasco da Gama menemukan Tanjung Pengharapan, Jeddah menjadi salah satu pelabuhan yang diincar armada Portugis untuk dijadikan daerah koloni dan pusat kekuatan.

Jeddah pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Mamluk dari Mesir dan sebagai gubernurnya adalah Husein Al-Kurdi. Husein adalah sosok yang gigih menentang penjajahan Portugis. Pada 1517 Jeddah jatuh ke tangan Turki dan setelah Turki menyerah kepada Inggris (1910-1925) kota ini merupakan bagian dari kerajaan Hijaz.

Selanjutnya, Jeddah berada di bawah kekuasaan Abdul Aziz Ibnu Saud dan dimasukkan dalam wilayah kekuasaan kerajaan Arab Saudi. Renovasi dan modernisasi Kota Jeddah sebenarnya dimulai setelah Perang Dunia II. Pembangunan gedung-gedung dan jalan-jalan dilakukan secara bertahap dan berjalan dengan cepat karena disokong dana yang besar. Dana tersebut diperoleh dari hasil kekayaan alam yang dimiliki Kerajaan Arab Saudi.

Di kota Jeddah, ada sebuah masjid yang menjadi tempat favorit dikunjungi jamaah, yakni Masjid Terapung. Meskipun, dalam sejarah perkembangan Islam masjid ini tidak memberikan arti sejarah apa pun. Tapi, karena lokasinya yang berada di pinggir pantai menyebabkan masjid terlihat seperti terapung di atas permukaan air laut, sehingga menjadi objek yang menarik untuk disinggahi.

Konon katanya, masjid terapung ini merupakan tanah wakaf seorang janda kaya raya penduduk di sekitar situ. Setelah kematian almarhum suaminya, dia mewakafkan kekayaannya untuk membangun masjid ini. Keindahan masjid dapat dirasakan dengan duduk di sekitar taman yang menjorok ke laut. Masjid ini berukuran sekitar 20 x 30 meter.

Bagian dalam masjid dihias dengan banyak tulisan kaligrafi. Para jemaah haji Indonesia yang refreshing di pantai ini tidak melewatkan untuk beribadah shalat di masjid ini.

Bukan hanya Masjid Terapung yang bisa dinikmati, air Laut Merah pun menjadi objek favorit jamaah. Bagi mereka yang penasaran, air laut ternyata tidaklah semerah namanya.  Disebut begitu karena terdapat ganggang merah di dalam air laut ini.


Sumber :https://www.ihram.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/psxbjq313/mampir-di-masjid-terapung-jeddah

Bagikan Berita Ini

Sejarah Panjang Kota Jeddah
berita dan peristiwa - Rabu, 21 Agustus 2019, 02:47 WIB
Jeddah yang Memang Beda
berita dan peristiwa - Rabu, 21 Agustus 2019, 02:47 WIB