Soal Larangan Penyebutan Wisata Religi, ini Saran Pengamat

| Sumber Foto:republika Online 2019

Redaktur : Nashih Nashrullah · Reporter : Rahma Sulistya

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Haji Indonesia, Ade Marfuddin Rabithah, mempertanyakan alasan Kerajaan Arab Saudi melarang penyebutan ‘wisata religi’ pada pelaksanaan haji dan umrah. 

Menurut dia, seharusnya dapat dijelaskan secara konkret alasan yang melatarbelakangi larangan ini dan mengapa diberlakukan sekarang.

“Wisata religi ini sebenarnya hanya penyebutan saja, sama seperti wisata syariah atau wisata halal. Saya rasa, pihak Kedutaaan Besar Arab Saudi harus menjelaskan alasannya,” kata Ade saat dihubungi Republika.co.id, Senin (11/3).

Dalam pelaksanaan haji dan umrah, pihak travel pasti mengajak jamaah datang ke tempat lain di luar rukun haji atau umrah. Misalnya saja, jamaah akan diajak mengunjungi tempat-tempat sakral lainnya seperti Bukit  Rahmah, Masjid Nabawi, dan lainnya.  

Sebenarnya, kata Ade, kunjungan ke tempat lainnya selain dari rukun haji atau umrah, tujuannya adalah untuk semakin mempertebal keimanan. “Kalau kita bicara iman, tentu tidak ada masalah mengadakan wisata ke tempat-tempat tersebut. Ini pasti akan membuat jamaah lebih yakin,” jelas dia. 

Saat menyatakan larangan, Arab Saudi masih belum gamblang menjelaskan alasannya. Karena, larangan ini bisa saja tercetus untuk mengeneralisasi penyebutan haji dan umrah di sana, agar tidak ada yang menyebut wisata religi lagi.  

“Di Arab Saudi itu hanya ada khusus menyebut Menteri Haji atau Menteri Umrah, mungkin saja supaya dibuat menjadi umum penyebutannya. Jadi hanya ada umrah dan haji, tidak ada yang sebut wisata religi,” kata Ade. 

Atau, kata dia, mungkin saja karena religi ini adalah bahasa serapan dari bahasa asing, sehingga Arab Saudi kurang merasa nyaman mendengarnya. 

Namun yang pasti, dia meminta penjelasan lebih detil, agar jangan timbulkan berbagai macam spekulasi di masyarakat.

Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan istilah wisata religi untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Staf Teknis Haji Konsul Haji Republik Indonesia (KJRI), Endang Jumali mengatakan, kebijakan ini baru diterima KJRI Jeddah hari ini, Ahad (10/3).  

 


Sumber :https://www.ihram.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/19/03/11/po7cz2320-soal-larangan-penyebutan-wisata-religi-ini-saran-pengamat

Bagikan Berita Ini