Filosofi Dibalik Desain Taman Masjid Pusat Cambridge

Filosofi Dibalik Desain Taman Masjid Pusat Cambridge

IHRAM.CO.ID, LONDON — Setelah Islam menaklukkan negara lain dengan peradabannya sendiri, khususnya Persia, taman Islam dapat dikatakan telah lahir. Islam menyerap tradisi taman kerajaan Persia yang sudah mapan (disebut pairidaeza dalam bahasa Farsi, asal kata “surga” dalam bahasa Inggris) dan taman hiburan. 

Ini merupakan peninggalan Islam pada peradaban Sassanid dan Achaemenid kuno di Persia, dengan sistem irigasi yang canggih, yang pada akhirnya mewujudkan taman Islam.

Emma Clark yang tertarik pada taman Islami dimulai di Royal College of Art (RCA) di London. Dia belajar di bawah bimbingan Keith Critchlow yang merancang semua pola geometris di Cambridge Central Mosque atau Masjid Pusat Cambridge di Inggris. Masjid ini dibuka pada 2019.

Critchlow terkenal karena menghidupkan kembali geometri salah satu desain utama khas arsitektur Islam. Di RCA, dia memperkenalkannya pada keindahan dan makna seni Islam yang mendalam.

Melalui ini, Emma kemudian menjadi Muslim dan akhirnya cukup beruntung untuk menyatukan kecintaannya pada taman Inggris dengan Islam dan peradabannya. Pada 2011, Timothy Winter, dosen Studi Islam di Universitas Cambridge, mendekati Emma dengan ide mendesain taman untuk masjid Cambridge yang dia kumpulkan dananya.

Dilansir di Middle East Eye, dengan buah sebagai elemen kunci dari taman surga, delapan pohon crab-apple ditanam, sejajar dengan ‘tiang pohon’ atrium masjid (Howard Rice). Saat ini Emma telah menerbitkan buku The Art of the Islamic Garden dan menyelesaikan beberapa desain untuk taman yang terinspirasi Islam, terutama tipe four-fold di Eropa dan Teluk. 

Masjid Cambridge menjadi yang pertama di Eropa yang dibangun sesuai dengan prinsip ramah lingkungan. Segala sesuatu mulai dari penggunaan energi dan pencahayaan, hingga elemen struktural, dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan. Winter sangat tertarik untuk menciptakan taman islami yang sesuai dengan konteks perkotaan Cambridge serta membangkitkan suasana damai dan kontemplasi yang membuat banyak taman islami di dunia terkenal.

Area yang diminta untuk Emma desain itu kecil, terletak di antara jalan dan atrium masjid. Taman utama bagian dalam adalah taman Islami, dirancang dalam ruangan berukuran kurang lebih 30×10 meter.

Tujuan keseluruhannya adalah memberikan sedikit rasa Jannah al-firdaus, Taman Surga, seperti yang dijelaskan dalam Alquran, memberikan hijau lembut dan penanaman sebanyak mungkin di ruang terbatas untuk menyeimbangkan material keras masjid dan jalan. Tujuan kedua tidak hanya menawarkan ruang ketenangan kontemplatif bagi pengunjung untuk berjalan atau duduk sebelum memasuki masjid, tetapi juga membuat dampak yang menggembirakan pada indera, kontras dengan kebisingan dan polusi jalan.

Ketiga, Emma dan tim dari studio desain lansekap Urquhart and Hunt, ingin menciptakan sesuatu yang tampak nyaman di lingkungan perkotaan Inggris sambil berbicara tentang desain islami. Ini adalah kesempatan untuk mengenalkan lingkungan sekitar serta seluruh Cambridge bahwa dimungkinkan untuk mengawinkan prinsip desain timur dengan konteks barat dengan cara yang menyenangkan dan harmonis.

https://www.middleeasteye.net/discover/cambridge-eco-mosque-garden-how-made

 

Share this post