Search

Enter at least 3 characters to start searching.

Back

BPKH Gelar International Hajj Fund Forum ke-8, Dorong Kolaborasi Global untuk Keberlanjutan Dana Haji

Share:
BPKH Gelar International Hajj Fund Forum ke-8, Dorong Kolaborasi Global untuk Keberlanjutan Dana Haji

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Pengelolaan dana haji tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga menyangkut keberlanjutan manfaat bagi jutaan jemaah saat ini dan generasi mendatang. Berangkat dari tantangan tersebut, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan menyelenggarakan 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 pada 15 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2026.

Mengusung tema “Sustainable Hajj Fund Management Through Strategic Synergy and Digital Transformation”, forum ini menjadi ruang dialog internasional untuk memperkuat tata kelola, mendorong investasi yang bertanggung jawab, serta memperluas sinergi antarlembaga dalam membangun ekosistem haji dan umrah yang tangguh dan berkelanjutan.

Forum ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan pengelolaan dana haji, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika pasar keuangan, peningkatan biaya penyelenggaraan haji, hingga tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan, pengawasan, manajemen risiko, dan efisiensi pengelolaan dana.

BPKH Gelar International Hajj Fund Forum ke-8

Dana kelolaan BPKH per September 2026 kini sebesar Rp185,73 triliun. Besarnya dana yang dikelola tersebut menuntut strategi pengelolaan yang cermat, dengan menyeimbangkan kebutuhan likuiditas, prinsip kehati-hatian, kepatuhan syariah, dan optimalisasi nilai manfaat.

Pengelolaan dana haji perlu mempertimbangkan keseimbangan manfaat bagi jemaah yang berangkat saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan dana bagi calon jemaah pada masa mendatang.

Melalui IHFF 2026, BPKH mendorong penguatan perspektif bahwa keberlanjutan dana haji merupakan tanggung jawab antargenerasi. Upaya tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, strategi investasi yang prudent, manajemen risiko yang memadai, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

Hadirkan Perspektif Indonesia dan Internasional

IHFF 2026 dijadwalkan menghadirkan sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, keuangan, serta pengelolaan haji. Agenda forum mencakup pembahasan mengenai Kampung Haji Indonesia, pembangunan ekosistem keuangan haji yang berkelanjutan, serta penguatan tata kelola haji global melalui kemitraan strategis dan inovasi digital.

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan menyampaikan paparan utama antara lain Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas dengan topik Kampung Haji Indonesia, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy yang akan mengantarkan sesi diskusi.

Sementara itu, diskusi panel akan menghadirkan Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Sugiri Suparwan, Kepala National Hajj Commission of Nigeria (NAHCON) Amb. Ismail Abba Yusuf, serta CEO ISRA Consulting Mohamed Eskandar Shah Mohd Rasidi. Diskusi akan membahas tata kelola dan investasi dana haji, penguatan sinergi Indonesia–Arab Saudi, potensi ekonomi dalam ekosistem haji, serta peluang investasi dan pengembangan infrastruktur di Makkah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi sarana pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antarlembaga, termasuk dalam menghadapi tantangan keberlanjutan dana haji, perubahan demografi jemaah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan investasi jangka panjang.

“GEN Z NAIK HAJI”: Ajak Anak Muda Rencanakan Haji dari Sekarang

Tidak hanya membahas pengelolaan dana haji dari perspektif kelembagaan dan kebijakan, BPKH pada hari yang sama juga menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda melalui talkshow “GEN Z NAIK HAJI”.

Program ini mengajak generasi Z, milenial, dan masyarakat luas untuk melihat bahwa persiapan ibadah haji dapat dimulai jauh sebelum waktu keberangkatan tiba. Perencanaan keuangan, pembentukan kebiasaan menabung, pemahaman mengenai pengelolaan dana, serta pemeliharaan kesehatan fisik merupakan bagian penting dari persiapan tersebut.

“Mumpung masih muda, mumpung masih punya fisik kuat dan energi melimpah, yuk mulai merencanakan ibadah haji dari sekarang! Jangan tunggu nanti-nanti, karena perencanaan finansial dan fisik sejak usia muda itu kuncinya.”

Pesan tersebut menjadi ajakan utama dalam talkshow ini, sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadikan ibadah haji sebagai tujuan hidup yang dipersiapkan secara terencana, realistis, dan berkelanjutan.

Talkshow akan menghadirkan Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, dokter sekaligus penulis dr. Gia Pratama, musisi Arda Hatna, serta penyanyi dan influencer Tantri Kotak. Diskusi akan dipandu oleh Inayah Wahid, aktivis dan seniman.

Dengan latar belakang yang beragam, para narasumber diharapkan dapat menyampaikan perspektif yang relevan mengenai niat beribadah, kesiapan diri, kebiasaan finansial, serta pentingnya merencanakan masa depan sejak usia produktif. Penyajian yang komunikatif dan dekat dengan keseharian anak muda diharapkan membuat pembahasan perencanaan haji lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Bangun Ekosistem Haji yang Berkelanjutan

Penyelenggaraan IHFF 2026 dan talkshow “GEN Z NAIK HAJI” mencerminkan pentingnya melihat pengelolaan haji secara menyeluruh. Keberlanjutan dana haji membutuhkan tata kelola dan investasi yang bertanggung jawab, sementara kesiapan jemaah juga perlu dibangun melalui literasi serta perencanaan sejak dini.

Ekosistem haji dan umrah turut melibatkan berbagai sektor yang saling terhubung, mulai dari jasa keuangan syariah, teknologi, infrastruktur, transportasi, perhotelan, layanan kesehatan, hingga industri halal. Sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung pengembangan ekosistem yang produktif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, kepatuhan syariah, transparansi, dan akuntabilitas.

Melalui rangkaian kegiatan di ISEF 2026, BPKH berharap dapat memperluas dialog dan kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan ibadah haji secara lebih awal.

Pada akhirnya, pengelolaan dana haji yang berkelanjutan dan perencanaan ibadah sejak usia muda bertemu pada tujuan yang sama: menjaga amanah, mempersiapkan jemaah dengan lebih baik, dan memastikan keberlanjutan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.