Cari

Masukkan minimal 3 karakter untuk memulai pencarian.

Kembali

BPKH Dorong 50 UMKM Kriya Tekstil Malang Naik Kelas

Bagikan:
BPKH Dorong 50 UMKM Kriya Tekstil Malang Naik Kelas

Malang, Jawa Timur, 25 September 2026 — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kemaslahatan dengan mendukung 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kriya tekstil di Kota Malang, Jawa Timur.

Program yang dilaksanakan bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Yayasan Pelanusa Singhasari tersebut mencakup pelatihan pengembangan produk, bantuan peralatan usaha dan bahan baku, serta pendampingan untuk membantu peserta meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan salah satu bentuk pemanfaatan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) untuk memberikan dampak produktif bagi masyarakat.

“Melalui Program Kemaslahatan, BPKH ingin memastikan nilai manfaat Dana Abadi Umat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan kepada UMKM tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga penguatan keterampilan dan kapasitas agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Sulistyowati.

BPKH Dorong 50 UMKM Kriya Tekstil Malang Naik Kelas

Program pemberdayaan UMKM tersebut merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH yang bersumber dari nilai manfaat DAU. BPKH mengelola DAU sebesar Rp3,92 triliun yang menghasilkan nilai manfaat sekitar Rp260 miliar pada 2026. Nilai manfaat tersebut disalurkan melalui tujuh ruang lingkup Program Kemaslahatan, salah satunya pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam program di Malang, peserta mendapatkan pelatihan pengembangan produk kriya tekstil, dukungan peralatan usaha, serta bahan baku untuk menunjang proses produksi. Setelah pelatihan, peserta memperoleh pendampingan selama dua bulan yang meliputi tujuh kali konsultasi tatap muka, satu kali konsultasi daring, dan dua kali kunjungan usaha.

Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan sekaligus menyesuaikan pengembangan usaha dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masing-masing pelaku UMKM.

“Pelatihan dan dukungan bahan baku diharapkan dapat memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat, baik secara individu maupun keluarga. Karena itu, pendampingan menjadi bagian penting agar dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha,” kata Sulistyowati.

BPKH Dorong 50 UMKM Kriya Tekstil Malang Naik Kelas

Dari Dana Abadi Umat untuk Ekonomi Umat

Program pemberdayaan UMKM di Malang merupakan salah satu implementasi Program Kemaslahatan BPKH pada ruang lingkup ekonomi umat. Selain itu, nilai manfaat DAU disalurkan melalui enam ruang lingkup lainnya, yaitu pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial keagamaan, pembangunan sarana dan prasarana ibadah, serta tanggap bencana.

Melalui pemberdayaan UMKM, BPKH mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk kriya tekstil yang berkualitas, inovatif, memiliki nilai budaya, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

“Harapannya, manfaat program ini tidak berhenti pada penerima manfaat. Ketika usaha berkembang, peningkatan ekonomi juga dapat dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, manfaat Program Kemaslahatan dapat terus meluas,” ujar Sulistyowati.

Dalam pelaksanaannya, BPKH menggandeng Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai Mitra Kemaslahatan dan bekerja sama dengan Yayasan Pelanusa Singhasari. BPKH juga berkolaborasi dengan berbagai mitra dalam pelaksanaan Program Kemaslahatan di sejumlah wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, BPKH terus mendorong pemanfaatan nilai manfaat DAU secara produktif untuk memperluas kemaslahatan masyarakat, termasuk melalui penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM.