Kembali

Berkah Ramadan di Donggala: BPKH Dorong Kampung Haji Jadi Pusat Kemandirian Ekonomi

Bagikan:
Berkah Ramadan di Donggala: BPKH Dorong Kampung Haji Jadi Pusat Kemandirian Ekonomi

Donggala, Sulawesi Tengah, 14 MARET 2026 – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) secara resmi meluncurkan Program Semarak Kewirausahaan di Kampung Haji BPKH Donggala, Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, pada Sabtu (14/03). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Program Kemaslahatan Berkah Ramadan Bersama BPKH yang dirancang untuk menghidupkan nadi ekonomi lokal sekaligus mendorong kemandirian pelaku usaha mikro dan kecil di lingkungan tersebut.

Dalam inisiatif ini, BPKH memberikan dukungan komprehensif yang menyentuh berbagai aspek fundamental usaha. Para pelaku usaha tidak hanya dibekali dengan pelatihan kewirausahaan untuk mengasah keterampilan manajerial, tetapi juga didukung dengan penyediaan sarana fisik yang memadai. BPKH menyalurkan bantuan berupa tenda bazar, meja, dan kursi untuk memfasilitasi aktivitas dagang warga, serta memberikan stimulus modal usaha melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Berkah Ramadan di Donggala

Berkah Ramadan di Donggala

Nuansa Ramadan juga kental terasa dalam pelaksanaan program ini. Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, BPKH menyisipkan penguatan nilai spiritual bagi masyarakat melalui agenda kebersamaan seperti buka puasa bersama dan pesantren kilat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan harmoni antara produktivitas duniawi dan kekhidmatan ibadah di bulan suci.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam menyalurkan manfaat pengelolaan dana umat bagi masyarakat luas. Ia menekankan bahwa kehadiran BPKH di Kampung Haji Donggala bertujuan untuk menciptakan dampak jangka panjang, sehingga warga dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan tanpa harus terus bergantung pada bantuan luar.

Berkah Ramadan di Donggala

Lebih lanjut, Sulistyowati menjelaskan bahwa kegiatan pemberdayaan serupa juga dilaksanakan secara paralel di beberapa Kampung Haji lainnya, seperti di Sukabumi dan Sigi. Seluruh pendanaan program kemaslahatan ini bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola secara amanah. BPKH memastikan bahwa pokok dana tetap terjaga secara utuh, sementara hasil pengelolaannya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program produktif yang menyasar seluruh wilayah Indonesia.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh warga setempat. Susanti, seorang pelaku usaha kue yang menjadi salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian besar yang diberikan oleh BPKH. Menurutnya, bantuan modal dan pelatihan yang diterima menjadi bekal berharga bagi warga untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam mengembangkan usaha demi menopang perekonomian keluarga.

Melalui Program Kemaslahatan Berkah Ramadan ini, BPKH terus berupaya hadir sebagai pilar penggerak ekonomi umat. Dengan meningkatkan keterampilan dan infrastruktur usaha di tingkat akar rumput, BPKH optimis perputaran ekonomi lokal di berbagai daerah dapat tumbuh lebih kokoh dan berkelanjutan di masa depan.