Masjid Awan, Tempat Rasulullah Berdoa Minta Diturunkan Hujan

Masjid Awan, Tempat Rasulullah Berdoa Minta Diturunkan Hujan

Hujan adalah berkah yang dinantikan oleh banyak orang, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan. Rasulullah saw. sering menjadi teladan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk bagaimana cara meminta hujan kepada Allah Swt. Kisah Rasulullah berdoa meminta diturunkan hujan menunjukkan betapa pentingnya iman dan doa dalam menghadapi situasi sulit. Lantas, di mana tempat Rasulullah berdoa minta diturunkan hujan? Temukan jawabannya pada artikel di bawah ini!

Mengenal Masjid Ghamamah

Masjid Ghamamah, yang terletak di sebelah barat daya Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, memiliki sejarah yang kaya akan kisah keberkahan dan keajaiban doa Nabi Muhammad meminta hujan. Dinamakan “Al-Ghamamah” yang berarti “awan” dalam bahasa Arab, masjid ini dikenal karena peristiwa luar biasa saat Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan sebagai rahmat bagi masyarakat Madinah yang mengalami kekeringan.

Masjid Ghamamah memiliki kubah yang megah. Kubah ini, meskipun tidak sebesar kubah-kubah pada masjid besar lainnya, tetap memiliki ciri khas dengan desain yang halus dan elegan. Kubah tersebut dirancang untuk memberikan kesejukan dan peneduh bagi jamaah yang berada di dalam masjid.

Struktur masjid ini ditopang oleh beberapa tiang besar yang memberikan kesan kokoh. Pilar-pilar yang digunakan mengadopsi gaya arsitektur klasik Islam, dengan beberapa tiang yang terbuat dari batu alam yang dipadukan dengan unsur kayu dan besi pada bagian tertentu.

Di Sekitar Masjid Ghamamah, terdapat beberapa masjid lain yang memiliki nilai sejarah, seperti Masjid Abu Bakar, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan Masjid Umar.

Baca Juga: Sejarah Masjid Ghamamah: Asal Usul Pembangunan yang Unik

Sejarah Masjid Ghamamah

Menurut Muslim Nasution dalam Tapak Sejarah Seputar Mekah-Madinah (1999), dinamakan al-ghamamah karena di sana lah nabi memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan guna membantu masyarakat Madinah yang tengah dilanda kekeringan. Begitu Nabi selesai berdoa dalam rangka sholat istisqa, langsung awan (al-ghamamah) datang, lalu turun hujan lebat.

“Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid, dikatakan bahwa Nabi mengajak masyarakat pergi ke al-Mushalla (tanah lapang tempat sholat) untuk melakukan shalat istiqsa. Beliau membalikkan selendangnya, dan sholat mengimami kami dua rakaat dengan mengeraskan bacaannya dalam dua rakaat itu. Lalu mereka dituruni hujan,” demikian hadis sahih Bukhari itu dikutip dalam Tempat-Tempat Ziarah di Kota Madinah (2012).

Alasan pendiriannya memiliki kisah tersendiri. Menurut Nasution, masjid itu awalnya adalah tanah lapang. Di sanalah nabi pertama kali melaksanakan Sholat Idul Fitri, yakni pada tahun kedua Hijriah. Belakangan, masjid itu pun didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Renovasi dan Pengembangan Masjid Al-Ghamamah

Masjid Al-Ghamamah memiliki sejarah yang panjang dan kaya, termasuk beberapa renovasi penting yang dilakukan untuk mempertahankan serta meningkatkan nilai historis dan keagamaannya. Berikut pengembangan dan renovasi utama yang pernah dilakukan terhadap Masjid Al-Ghamamah:

1. Renovasi oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Masjid Al-Ghamamah mengalami beberapa kali renovasi sepanjang sejarahnya. Salah satunya dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada abad 86-89 Hijriah. Renovasi ini bertujuan untuk memperluas dan memperbaiki struktur masjid guna menampung jemaah yang makin bertambah.

2. Renovasi oleh Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi

Pada tahun 761 Hijriah, masjid ini juga mengalami renovasi besar-besaran oleh Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi. Renovasi ini mencakup pemugaran bangunan dan peningkatan fasilitas agar lebih nyaman bagi jamaah yang datang untuk beribadah dan merasakan keberkahan tempat yang didoakan oleh Rasulullah SAW.

3. Renovasi oleh Abdul Majid (Sultan Ottoman)

Pada tahun 1858, masjid ini kembali direnovasi oleh Abdul Majid, seorang Sultan dari Kekaisaran Ottoman. Renovasi ini dilakukan untuk menjaga keaslian dan keamanan struktur bangunan serta memperbarui fasilitas agar tetap relevan dengan kebutuhan jamaah modern.

Baca Juga: Masjid Putrajaya Malaysia: Sejarah dan 7 Fakta Menariknya

Hikmah dari Doa Rasulullah SAW Meminta Hujan

Doa Nabi Muhammad meminta hujan sehingga Allah membukakan pintu langit mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Berikut beberapa hikmah yang dapat dipetik:

1. Bergantung Kepada Allah

Salah satu hikmah utama dari doa meminta hujan adalah pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya ketergantungan kepada Allah. Manusia tidak memiliki kuasa atas alam dan cuaca, tetapi dengan berdoa kepada Allah Swt., kita menunjukkan keimanan dan keyakinan bahwa Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Pentingnya Tawakal

Doa Nabi Muhammad saw. juga mengajarkan tentang pentingnya tawakal, yaitu berserah diri kepada Allah setelah berusaha. Tawakkal adalah sikap hati yang yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah, dan kita sebagai hamba harus menerima dan bersyukur atas segala ketentuan-Nya.

3. Persatuan dan Kebersamaan

Proses shalat istisqa yang dilakukan secara berjamaah menunjukkan pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit. Dengan berkumpul dan berdoa bersama, umat Islam dapat merasakan kebersamaan dan saling mendukung dalam beribadah dan memohon rahmat Allah Swt.

4. Mengajarkan Kesabaran dalam Menghadapi Kesulitan

Doa untuk hujan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. juga mengandung pelajaran penting tentang kesabaran. Ketika menghadapi masa kekeringan atau kesulitan hidup lainnya, doa istisqa mengingatkan kita untuk tidak mudah putus asa. Allah mengajarkan umat Islam untuk bersabar dalam menghadapi ujian dan menunggu waktu yang tepat bagi Allah untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

5. Meningkatkan Rasa Syukur

Doa Nabi Muhammad saw. untuk meminta hujan juga mengajarkan umat Islam untuk lebih mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah. Hujan yang turun membawa berkah dan memberikan kehidupan bagi bumi, serta untuk manusia dan makhluk lainnya. Ketika berdoa untuk hujan, umat Islam diajarkan untuk merenungkan nikmat-Nya dan meningkatkan rasa syukur atas segala karunia yang diberikan, serta menjadikan doa tersebut sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga: Masjid di Italia: Pusat Kebudayaan Islam dan Ibadah Muslim Italia

Kesimpulan

Itulah tempat Rasulullah berdoa minta diturunkan hujan. Secara garis besar, masjid Al-Ghamamah adalah tempat yang penuh berkah dan keistimewaan dalam sejarah Islam. Sejarahnya yang kaya dan kisah keajaiban yang terjadi di tempat ini mengingatkan kita akan pentingnya doa, keimanan, dan ketawakalan dalam menjalani kehidupan. Melalui penjelasan tentang Masjid Al-Ghamamah ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga untuk selalu mengandalkan Allah SWT dalam setiap kondisi dan memperbanyak doa agar mendapatkan rahmat-Nya.

Share this post

Humas BPKH

Humas BPKH menyajikan informasi terkini dan edukatif seputar haji, umrah, dan ilmu keuangan islam. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan transparansi bagi masyarakat.